Tepa Selira
Yang gw pahami, hal-hal yang ditanamkan ke kita itu lebih awal berarti lebih fundamental. Misalnya pelajaran-pelajaran yang dikasih waktu kita SD..
Dulu gw pernah diajarin dalam bersosialisasi dengan orang lain kita harus ber-tepa selira. Tepa Selira adalah ungkapan dalam bahasa Jawa yang berarti kita merasakan apa yang orang lain rasakan..
Sayangnya pas SMP gw diajarin pelajaran perubahan makna. Ada penyempitan, perluasan dan lain-lain..
Sekarang gw kuliah. Dan yang gw liat tepa selira udah berubah makna jadi orang lain merasakan apa yang kita rasakan, kadang disertai pemaksaan..
Tragis..
Kasian Pak Yanto guru PPKN gw waktu SD…
Advertisement
retrotika said,
December 13, 2010 at 6:12 pm
tepa selira mgkn udah jarang ditemuin di perkotaan ….kbnyk di desa2 sih, kmrn waktu ke barak Hargobinangun yang mengkoordinir pengungsi bukan relawan lho tapi malah pengungsinya sendiri, salah satunya ada ibu-ibu tp aku lupa namanya…ibu itu sebenernya dari golongan yang mampu, punya penginapan di kaliurang dan punya rumah di Jakarta..ibu itu bisa aja ngungsi ke Jakarta, tapi karena tepa selira dengan warganya, ibu itu tidak mau mengungsi ke Jakarta, dia lebih memilih mengungsi bersama warganya di barak-barak pengungsian yang kehidupannya tentu jauh dari kehidupan sehari-harinya…salut buat si ibu
meilida said,
July 11, 2011 at 1:44 pm
pantas aku gak tau , aku bukan orang jawa tulen . kan aku orang batak
ziq said,
February 22, 2012 at 4:54 pm
ckck kasian Pak Yanto memang